Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Klarifikasi Ihwal Aturan Archimedes

Konten [Tampil]

Kali ini kita akan membahas tentang Hukum Archimedes beserta pola soal dan pembahasannya, mungkin sudah banyak yang tahu perihal Hukum Archimedes, konsep Hukum Archimedes ini banyak diterapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari menyerupai pembuatan kapal laut, kapal selam, jembatan ponton dll. Intinya semua alat yang bisa terapung itulah penerapan konsep Hukum Archimedes.


                                                                              Kapal Selam

Konsep Hukum Archimedes ialah menjelaskan adanya gaya yang menghipnotis benda pada zat cair. Zat cair mempunyai kemampuan menunjukkan tekanan kepada benda-benda disekitarnya. Selain itu, zat cair juga mempunyai gaya yang diberikan ke benda-benda di sekitarnya. Pembahasan mengenai hal ini cukup menarik sebab akan melibatkan beberapa insiden di sekitar kita. Suatu konsep dasar yang melandasi pembahasan ini yaitu Hukum Archimedes


Hukum Archimedes ini menjelaskan kekerabatan besarnya gaya yang diberikan zat cair terhadap benda yang berinteraksi dengannya.


Untuk lebih jelasnya berikut perihal suara Hukum Archimedes :


“ Zat cair akan menunjukkan gaya angkat terhadap suatu benda sebesar berat zat cair yang dipindahkan benda itu”

Maksud dipindahkan yaitu volume zat cair “terdesak” sebab kehadiran bneda tersebut. Besar zat cair yang dipindahkan/terdesak sama dengan volume benda yang dicelupkan/tenggelam kedalam zat cair tersebut.
Berdasarkan Hukum archimedes, gaya angkat (Fa) yang diberikan zat sama dengan berat zat cair (Wcair) yang dipindahkan. 


Hal ini dirumuskan sebagai berikut:


Gaya angkat = Berat zat cair yang dipindahkan

dalam rumusan inilah disebut volum air yang dipindahkan sehingga rumusan gaya angkat atau

Keterangan :

= Gaya angkat, satuannya N
= Massa jenis zat cair, satuannya
)= Volume air yang dipindahkan, satuannya
g = Percepatan gravitasi bumi, satuannya
= Berat benda di udara (N)
= Berat benda zat cair (N)

Peristiwa-peristiwa penting yang terkait dengan permasalahan gaya angkat ini dikenal dalam banyak sekali istilah menyerupai terapung, melayang, dan tenggelam. Ketiga insiden itu sangat dipengaruhi adanya gaya angkat zat cair.

Rincian mengenai ketiga insiden tersebut dijelaskan sebagai berikut:


1.  Mengapung


Istilah ini dipakai untuk keadaan benda yang mempunyai kepingan yang tercelup dan sebagian lain masih dipermukaan zat cair. Mengapung dipengaruhi oleh nilai massa jenis benda yang lebih kecil  dibanding massa jenis zat cair (). Selain itu, pada ketika terjadi keseimbangan gaya angkat () yang mempunyai nilai sama dengan berat benda ().

 2. Melayang


Keadaan ini menggambarkan keadaan benda yang seluruhnya tercelup didalam zat cair. Seperti pada gambar berikut:










 mungkin sudah banyak yang tahu perihal  √ Penjelasan Tentang Hukum Archimedes
Benda Melayang di Tengah

Keadaan melayang terjadi sebab nilai massa jenis benda yang sama dengan massa jenis zat (). Dikarenakan massa jenis yang sama tersebut, gaya angkat zat cair () sama atau hampir sama bila dibanding dengan berat bendanya . Volume zat cair yang dipindahkan () sama dengan volume total benda ( ).

 3. Tenggelam


Peristiwa karam mensyaratkan letak benda yang berada di dasar wadah zat cair. Kondisi ini dimungkinkan sebab massa jenis benda yang lebih besar dibanding massa jenis zat cair . Dengan keadaan ini gaya apung () yang diberikan zat cair lebih kecil dibanding berat benda  (). Adapun volume air yang dipindahkan sama dengan volume total benda ( ).
Penerapan Hukum Archimedes sanggup dilihat antara lain pada kapal laut, kapal selam, dan jembatan ponton.


Contoh Soal :



  • Volume es sebesar 40 tercelup ke dalam air. Air mempunyai massa jenis 1 . Berapakah gaya angkat zat cair ? (g = 10 )


Penyelesaian :


Diketahui :
   
   
   

Ditanyakan;
Jawab :



Jadi gaya angkat zat cair sebesar 0,4 N.


Keterangan :  = 0,00004 (pangkat -5 sama halnya jumlah nol bila ditulis dalam pecahan desimal).


Penerapan Konsep Hukum Archimedes dalam Kehidupan


1. Kapal Selam


Kapal selam ialah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya dipakai untuk tujuan dan kepentingan militer. Sebagian besar Angkatan Laut mempunyai dan mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda. Selain dipakai untuk kepentingan militer, kapal selam juga dipakai untuk ilmu pengetahuan bahari dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.










Kapal Selam


2.  Kapal Laut


Kapal, ialah kendaraan pengangkut penumpang dan barang di bahari (sungai dsb) menyerupai halnya sampan atau bahtera yang lebih kecil. Kapal biasanya cukup besar untuk membawa bahtera kecil menyerupai sekoci. Sedangkan dalam istilah inggris, dipisahkan antara ship yang lebih besar dan boat yang lebih kecil. Secara kebiasaannya kapal sanggup membawa bahtera tetapi bahtera tidak sanggup membawa kapal. Ukuran bahu-membahu di mana sebuah bahtera disebut kapal selalu ditetapkan oleh undang-undang dan peraturan atau kebiasaan setempat.










Kapal Laut



 3. Jembatan Ponton


Jembatan ponton ialah jembatan mengambang yang disandarkan ke semacam ponton untuk menyangga landasan jembatan dan beban dinamis di atasnya. Jembatan ponton biasanya merupakan bangunan temporer, walaupun ada juga yang dipergunakan untuk jangka waktu yang lama. Jembatan mengambang yang permanen sangat mempunyai kegunaan untuk menyeberangi perairan di mana dianggap tidak hemat untuk menciptakan sebuah jembatan yang digantungkan pada dermaga. Jembatan semacam ini sanggup mempunyai kepingan yang ditinggikan atau yang sanggup diangkat, untuk jalan lewat kapal.












Jembatan Ponton


Dalam keadaan darurat, jembatan ponton sanggup dibentuk dengan memasang beberapa drum kosong yang tertutup rapat secara berjajar dan meletakkan papan di atasnya untuk orang berjalan. Drum kosong akan mengapung di air sebab mempunyai rongga yang berisi udara di dalamnya. 

4. Rumah Rakit


Rumah rakit ialah rumah yang dibangun diatas air. Rumah ini berpondasikan dari bambu sebagai alat pengapung rumah tersebut. Dahulu alat pengapung rumah rakit hanya terbuat dari bambu, namun kini sudah ditambahkan alat pengapung komplemen menyerupai drum dan lainnya.










Rumah Rakit

Karena dibangun diatas air, rumah ini termaksud anti banjir. Sehingga rumah ini mengikuti tingkat ketinggian air. Rumah ini hanya terdapat di Palembang disekitaran sungai musi dan sebagai salah satu objek wisata di sungai musi. 

Itulah pola penerapan Hukum Archimedes di dalam kehidupan sehari-hari, bahu-membahu masih banyak pola yang lain yang tidak kami muat. Contoh ini menunjukkan citra kepada kita bahwa Hukum Archimedes sangat erat dengan kehidupan kita, dan banyak keuntungannya bagi kehidupan manusia.

Sekian dulu Penjelasan Tentang Hukum Archimedes agar artikel ini bisa bermanfaat buat pembaca.


Sumber https://wirahadie.com