Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Ciri Guru Yang Disukai Oleh Siswa

Konten [Tampil]

Disukai oleh siswa adalah suatu pujian tersendiri bagi seorang guru. Disukai dalam artian siswa sangat bahagia berguru dengan cara kita mengajar. Apabila siswa sudah merasa bahagia dengan gaya/cara kita mengajar, otomatis akan berimbas kepada kecintaan mereka terhadap mata  pelajaran yang kita ajarkan. Jika siswa sudah merasa bahagia dengan cara kita mengajar otomatis akan meningkatkan minat mereka terhadap mata pelajaran tersebut dan akan berdampak kepada prestasi atau hasil berguru yang memuaskan.



                                                   Ilustrasi gambar: www.mheducation.com

Disukai oleh siswa memang tidak mudah, butuh perjuangan dan kerja keras untuk meningkatkan kualitas mengajar kita sebagai guru biar bisa menjadi guru yan profesional, guru yang profesional lebih disukai oleh siswa, jadi pada dasarnya kualitas akan berbanding lurus dengan kuantitas.


Berikut beberapa ciri guru yang disukai oleh akseptor didik :




  1. Guru yang selalu tersenyum

  2. Guru yang selalu mempunyai inspirasi kreatif 

  3. Guru yang menyenangkan

  4. Guru yang humoris

  5. Guru yang profesional


Ciri Guru yang Disukai Siswa

1. Guru yang selalu tersenyum


Senyuman memang menciptakan segalanya jadi indah, siswa juga layaknya teman dan kerabat dekat yang harus anda layani dengan senyuman, siswa itu ibaratnya seorang pelanggan/pembeli yang harus anda layani dengan senyuman, kalau anda masuk kelas dengan wajah sinis yang sangat menyeramkan, maka sudah dipastikan siswa bakal tidak bahagia kepada anda, memang sebagian orang menjadi guru yang disegani dan ditakuti siswa mungkin suatu kebanggan bagi sebagian guru, tapi konsep guru yang mirip ini yakni sangat keliru guru yang sinis dan galak identik dengan guru jaman dahulu kala yang selalu tampil dengan wajah yang menyeramkan.

Sekali lagi saya menyampaikan siswa itu ibaratnya seorang pembeli atau pelanggan setia yang harus anda layani dengan senyuman manis, teladan sederhananya mungkin anda sering tiba dan melihat situasi pelayanan di kantor bank, pernah tidak anda memperhatikan bagaimana para custumer service melayani nasabahnya? Tentu sering anda memperhatikan mereka, setiap kali mereka melayani nasabah mereka selalu tersenyum dengan elok dan bertanya dengan ramah dan sopan kepada siapapun baik nasabah yang masih muda ataupun nasabah yang sudah lansia, untuk poin pertama ini mari kita berguru dari para pegawai bank atau bisa juga kita mengambil teladan dari para pelayan toko, nah itu poin penting pertama kalau anda ingin disukai dan disenangi oleh siswa anda, bukan hal yang sulit bukan? Hanya tersenyum setiap kali anda masuk kelas maka siswa anda akan merasa senang.


2. Guru yang selalu mempunyai inspirasi kreatif


Untuk poin kedua ini anda dituntut untuk menjadi guru yang kreatif, apa itu kreatif? Kreatif yang berasal dari kata kreasi yang bisa diartikan sebagai menghasilkan suatu karya gres dengan mengekspresikan ide-ide ayng ada dipikiran anda, bisa menuangkannya dalam bentuk sebuah media pembelajaran, metode pembelajaran dengan inspirasi kreatif anda, kalau anda bisa melakukan poin kedua ini insyaallah siswa anda akan merasa bahagia dengan gaya mengajar anda.

Misalnya anda bisa mengembangkan kreasi anda dalam menciptakan media belajar, media berguru tidak harus mahal atau tidak harus anda beli, media yang menarik bisa anda dapatkan dari hasil pemikiran anda misalkan menciptakan poin-poin penting wacana pembahasan bahan anda dalam sebuah kartu permainan sehingga bisa dijadikan sebagai media yang sangat menyenangkan bagi siswa, atau bisa juga anda berbagi sebuah lagu wacana bahan yang sedang anda bahas dengan menawarkan sedikit sentuhan inspirasi kreatifitas anda maka akan menghasilkan media pembelajaran yang mengasyikkan bagi siswa.


Baca: Metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan



3. Guru yang menyenangkan bagi siswa


Guru yang menyenangkan niscaya akan lebih disukai oleh para siswa ketimbang guru yang membosankan, bagaimana menjadi guru yang menyenangkan? Untuk menjadi guru yang menyenangkan anda harus menawarkan rasa kondusif dan nyaman bagi siswa saat anda mengajar didalam kelas, rasa kondusif dan nyaman yang bagaimana yang dimaksud? Makara rasa kondusif dan nyaman disini yakni guru harus bisa membimbing, mengarahkan, memperhatikan, bersahabat dan bisa menawarkan solusi saat mereka dalam kesulitan, baik didalam kelas maupun diluar kelas.

Bersahabat dalam artian bukan sepenuhnya anda harus mendekati siswa layaknya seorang teman dekat, antara guru dan siswa harus mempunyai jarak biar anda lebih dihargai dan dihormati oleh siswa memang kata bersahabat identik dengan teman akrab, untuk menjadi teman dekat siswa sambil menjaga jarak memang agak sulit alasannya yakni saat seorang guru dekat dengan siswa tanpa menjaga jarak keakraban maka guru terkadang kurang dihargai oleh siswa alasannya yakni mereka menganggap guru mirip teman mereka, disinilah tugas anda untuk mengatur jarak dengan siswa meskipun bersahabat tetap harus menjaga jarak, semoga anda mengerti maksud yang saya utarakan ini.


Baca : Menciptakan suasana berguru yang menyenangkan



4. Guru yang humoris


Pada poin ini saya mengambil kata humoris, kenapa guru humoris sangat disukai oleh siswa? Kata humoris memang sangat identik dengan komedian yang selalu menciptakan anda terhibur dengan dagelan yang selalu dilontarkan. Makara untuk jadi guru humoris di sini bukan berarti anda harus menjadi komedian di depan kelas, anda jangan hingga salah menafsirkan maksud yang tersirat pada poin ini, kalau anda melawak di depan kelas maka akan mengurangi rasa hormat siswa kepada anda.

Menjadi guru yang humoris yakni guru yang bisa menawarkan sebuah hiburan saat siswa anda bosan dengan acara berguru yang terlalu serius, di sinilah tugas seorang guru untuk bisa menghibur siswanya. Misalnya dengan menyuguhkan cerita-cerita humor yang lucu sehingga siswa merasa terhibur dan senang, jadi anda harus pandai-pandai membaca situasi dan perasaan hati dari siswa anda saat mereka terlihat jenuh dan agak bosan belajar, disanalah anda mengambil tugas untuk menawarkan mereka hiburan biar rasa bosan mereka hilang.


Baca : Bagaimana menciptakan siswa tertarik untuk belajar?



5. Guru yang profesional


Pada poin yang terahir ini anda dituntut untuk menjadi guru yang profesional, bagaimana menjadi guru profesional? Menjadi guru yang profesional tidaklah mudah, butuh waktu usang dan sering-seringlah mengasah kemampuan mengajar anda biar menjadi guru profesional, khusus bagi guru yang gres terjun mengajar harus bekerja lebih ekstra untuk bisa menjadi guru yang profesional, bagaimana kriteria guru yang profesional? Guru profesional yakni guru yang bisa menawarkan pelayanan atau pembelajaran yang bisa diterima dengan baik wacana apa yang sudah disampaikan dalam proses belajar. Cara penyampaian dan penyajian bahan yang benar-benar harus terstruktur sehingga mempermudah pemahaman bagi siswa, dan pastinya guru yang profeional yakni guru yang menguasai bahan yang akan disampaikan dan memberikan bahan dengan terpola bukan hanya sekedar masuk kelas.

Karena banyak kita temui di lapangan guru yang mirip itu, terkadang mereka tidak siap dalam memberikan bahan yang akan dijelaskan di kelas jadi terkesan asal masuk kelas tanpa dipertimbangkan dan direncanakan secara matang, tentunya metode atau gaya mengajar dengan tanpa persiapan tidak dianjurkan kalau anda ingin menjadi guru yang profesional. Menjadi guru yang profesional bukanlah perkara yang gampang, mari kita sama-sama berguru untuk menjadi guru yang profesional alasannya yakni saya sendiri masih menyadari belum menjadi guru yang profesional, masih tahap berguru untuk menjadi guru profesional


Baca : Kriteria untuk menjadi guru profesional



Itulah 5 poin penting kalau anda ingin disukai oleh siswa anda, artikel ini menurut pengalaman eksklusif jadi setiap orang punya pemikiran dan pengalaman yang berbeda wacana cara biar disukai oleh siswa,  semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa anda jadikan rujukan kalau anda ingin disukai dan disenangi oleh siswa, semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca.



Sumber https://wirahadie.com