Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

√ Bagaimana Memakai Tanda Petik Dua Dalam Bahasa Inggris?

Konten [Tampil]
Bagaimana Menggunakan Tanda Petik Dua dalam Bahasa Inggris? – Hai sahabat, tanda petik memang sering kita temukan dalam kalimat atau penulisan sehari – hari. Pada umumnya penggunaan tanda petik dua di Bahasa Indonesia hampir sama dengan penggunaan tanda petik dua dalam Bahasa Inggris. Berikut yaitu cara penggunaan tanda petik dua dalam Bahasa Inggris.


Cara Penggunaan Tanda Petik Dua (Quotation Marks) dalam Bahasa Inggris

  1. Tanda petik dua dipakai dalam kutipan langsung

Tanda petik dua dibutuhkan ketika menuliskan kutipan perkataan atau pembicaraan secara langsung. Jika kita hendak menuliskan perkataan seseorang secara pribadi tanpa menambah, mengurangi, atau pun mengubah gagasan pembicaraan seseorang tersebut, maka kita harus memakai tanda kutip dua (quotation marks). Tanda kutip dua juga dipakai untuk membedakan antara kalimat pribadi dan narasi di dalam teks.



Contoh:


  • Amelia said, “I have no idea why this could happen. I think what I did was the best for everyone, but I was just totally wrong”.

(Amelia berkata, “Saya tidak tahu kenapa ini sanggup terjadi. Saya pikir apa yang saya lakukan yaitu yang terbaik bagi setiap orang, tapi ternyata saya salah”)


  • Liam said, “Can we just go to the beach on the weekend? I need a holiday after having a week full of exams”.

(Liam berkata, “Dapatkah kita pergi ke pantai di simpulan pekan? Saya butuh liburan sesudah menghabiskan seminggu penuh dengan ujian”)




  1. Tanda petik dua dipakai di dalam judul

Biasanya kita tidak selalu memperhatikan penggunaan tanda petik dua di dalam sebuah judul episode atau pun buku. Tanda petik dua dipakai kalau kita ingin memakai rujukan sebuah goresan pena dalam kumpulan esai, goresan pena pendek/ artikel dalam majalah, atau pun episode di TV, maka kita sanggup memakai tanda petik dua.



Contoh:


  • The “Healthy” article on Weekly Magazine told us many ways to be healthy. (Artikel “Healthy” di Weekly Magazine memberitahu kita banyak cara supaya sehat)

  • The “Weather Report” on TV today told us that tomorrow will be a rainy day. (Acara “Laporan Cuaca” di TV hari ini memberitahu ita bahwa besok akan menjadi hari berhujan)

  • The “Number One” show on local TV teaches us many things related to common knowledge. (Acara “Number One” di TV lokal mengajarkan kita banyak hal mengenai pengetahuan umum)

  • The “Student Corner” article in Weekly School Magazine shows many activities that were done by the students in that high school every week. (Artikel “Student Corner” di Majalah Weekly School menawarkan banyak acara yang dilakukan oleh para murid di sekolah tersebut setiap minggu)


  1. Tanda petik dua dipakai untuk aksentuasi suatu kata atau frasa

Tanda petik dua dipakai ketika kita ingin menekankan suatu kata atau frasa yang mempunyai makna tersendiri atau maknya yang berlawanan dengan makna asli. Biasanya tanda petik dua dipakai pada kata yang bermakna menyindir (sarcasm) atau pun melucu (humor).



Contoh:


  • Oh he is so “diligent” that even he could not have time to make his bed. (Oh ia sangat “rajin” hingga ia bahkan tidak punya waktu untuk merapikan kamarnya)

Note:

Makna bekerjsama yaitu ia malas, tetapi kata “diligent” dipakai untuk menyindir.


  • Everyone in this school really “likes” them that no one wants to get around. (Setiap orang di sekolah ini “menyukai” mereka hingga tidak ada yang mau mendekati mereka)

Note:

Makna bekerjsama yaitu setiap orang tidak menyukai mereka, tetapi kata “likes” dipakai untuk menyindir.


Akan tetapi penggunaan tanda petik dua dalam aksentuasi frasa atau kata sebaiknya diganti dengan penulisan cetak miring (italic) atau diberi garis bawah (underline) pada kata atau frasa tersebut semoga lebih baik.



Contoh:


  • This house is very big for only two people. (Rumah ini terlalu besar untuk dua orang)

Atau

This house is very big for only two people. (Rumah ini terlalu besar untuk dua orang)


  • My father asked me if I have much (Ayah saya bertanya kalau saya mempunyai banyak uang)

Atau

My father asked me if I have much money. (Ayah saya bertanya kalau saya mempunyai banyak uang)



Kesalahan dalam Penggunaan Tanda Petik Dua



Tanda petik dua seringkali kali kita lihat di pengumuman atau iklan untuk menekankan kata atau frasa tersebut. Akan tetapi hal tersebut salah sebab sanggup mengubah makna kata atau frasa tersebut. Sebaiknya, penggunaan cetak miring (italic) lebih dianjurkan untuk aksentuasi kata atau frasa dalam pengumuman atau iklan tertulis sebab tidak akan mengubah makna kata atau frasa tersebut.



Contoh Salah:



ATTENTION!

Every student has to throw the rubbish in the “garbage bin”!

(Setiap siswa harus membuang sampah di “kotak sampah”!)



Note:

“in the garbage bin” sanggup bermakna “in the class” dan pengumuman tersebut sanggup berubah makna.



Contoh Perbaikan/ Contoh Benar:



Every student has to throw the rubbish in the garbage bin!

(Setiap siswa harus membuang sampah di kotak sampah!)



Demikianlah sahabat cara penggunaan tanda petik dua dalam Bahasa Inggris. Semoga bermanfaat dan sanggup dipahami dengan baik. Terima kasih.



Sumber https://www.kakakpintar.id